Kegagalan versi Zlatan Ibrahimovic

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Zlatan Ibrahimovic mengatakan bahwa kegagalan merupakan awal dari kesuksesan. Dan menurutnya, kegagalan terbesar adalah tidak melakukan apa pun.

Bintang AC Milan itu tengah menuai kontroversial akibat mengisi acara di Sanremo Festival, Liguria belum lama ini. Sebagaimana diketahui, statement Zlatan memicu perseteruan dengan kaum hay di Italia.

Terlepas dari hal itu, Zlatan tetaplah seorang bintang yang telah membela sederet klub top Eropa, seperti Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, Barcelona, Paris Saint-Germain, Manchester United,  LA Galaxy dan AC Milan.

“Saya memainkan 945 pertandingan dalam karir saya, dan saya memenangkan banyak pertandingan, tapi tidak semua. Saya memenangkan 11 gelar, tetapi saya juga kehilangan beberapa. Saya memenangkan banyak trofi, tetapi saya juga kehilangan beberapa trofi,” tutur Zlatan Ibrahimovic, melansir Football Italia.

“Saya Zlatan bahkan tanpa memenangkan setiap pertandingan. Saya adalah Zlatan saat saya menang dan saat saya kalah. Saya mencetak banyak gol, tetapi saya juga melewatkan beberapa gol. Namun, sangat sedikit,” ucapnya.

“Kegagalan bukanlah kebalikan dari kesuksesan, itu adalah bagian dari kesuksesan. Tidak melakukan apa pun adalah kegagalan terbesar dari semuanya. Jika Zlatan bisa membuat kesalahan, Anda juga bisa, yang terpenting adalah membuat perbedaan setiap hari: usaha, dedikasi, ketekunan, konsentrasi,” tutur pemain asal Swedia itu.

Striker yang mencetak  24 gol dalam 33 pertandingan untuk Milan sejak musim 2020 itu juga turut mengucapkan terima kasih kepada Italia, negara yang telah ia anggap sebagai rumah kedua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini