Kecepatan Kereta Jawa Sudah di Atas 100 Km/jam, Warga Diminta Waspada

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Sejak 1 Desember 2019 kecepatan kereta api di Pulau Jawa lebih dari 100 kilometer per jam. Maka warga yang sering melintasi relnya harus waspada.

Hal tersebut diungkapkan Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, Minggu 1 Desember 2019.

Selain semakin cepat, melintasnya kereta api juga akan semakin sering karena frekuensinya ditambah.

Hal itu sudah ditetapkan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2019 yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan.

Jika berdasarkan Gapeka 2017 ada 168 perjalanan KA yang melintasi daerah tersebut, maka sejak 1 Desember 2019 meningkat menjadi 192.

Seperti dilansir antara, jika sebelumnya kecepatan kereta antara Cirebon – Brebes hanya 100 kilometer per jam, maka kini bertambah menjadi 105 kilometer per jam.

Sedangkan, kecepatan dari Cirebon ke Prupuk yang semula hanya mencapai 95 kilometer per jam, kini ditingkatkan menjadi 100 kilometer per jam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini