Kebiadaban KST Papua Terkuak, Sempat Teror dan Peras Bupati Intan Jaya

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTAN JAYA – Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengungkapkan kebrutalan para Kelompok Teroris dan Separatis Papua (KSTP). Ia mengaku sempat diteror, bahkan diancam untuk ditembak bila tidak menyerahkan sejumlah uang.

Tak hanya itu, akibat teror tersebut roda pemerintahan Kabupaten Intan Jaya sempat terhenti beberapa bulan. “Sejak awal 2021, misalnya, kami belum sama sekali masuk kantor di Sugapa untuk menjalankan roda pemerintahan,” ujarnya, baru-baru ini.

Bahkan menurut penuturan Tabuni, ia bersama Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) pernah ditembaki oleh KSTP. “Paling rawan kalau malam hari. Kalau di Sugapa, saya tidak nyaman sama sekali, baik siang maupun malam,” katanya.

Hal serupa dialami oleh para PNS di Intan Jaya. Mereka kerap didatangi anggota KSTP yang meminta bantuan dan harus dipenuhi.

“Terutama putra daerah jarang ada di tempat karena mereka dapat ancaman. Mereka datang minta bantuan uang atau makanan dan tidak dikasih, malam- mereka bisa menuju ke rumah dengan senjata lengkap,” ujarnya.

Tabuni juga mengungkapkan bahwa kelompok tersebut tanpa ragu melakukan tindak kekerasan bersenjata kepada siapa saja yang menolak memberikan bantuan.

“Kalau tidak dikasih mereka eksekusi. Buktinya ada dua warga ditembak karena dianggap dekat dengan aparat. Jadi kalau tidak kasih karena kebetulan tidak ada, lalu dibilang kamu merah putih, jadi kita juga disiksa,” katanya.

Bahkan kata Tabuni, jangankan warga sipil, Wakapolda yang naik pesawat saja ikut diberondong peluru oleh KSTP.

Mantan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, roda pemerintahan di Kabupaten Intan Jaya tidak berjalan karena situasi keamanan tidak kondusif.

Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni sempat menyampaikan kepada Paulus bahwa dia merasa tidak aman berada di Distrik Sugapa yang merupakan ibu kota Kabupaten Intan Jaya.

“Beliau beberapa waktu lalu saya undang di Jayapura dan menyampaikan memang di Intan Jaya sangat tidak kondusif karena ada banyak hal yang membuat beliau khawatir,” ujarnya.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Mantan Kapolda Papua Paulus Waterpauw. Ia telah mendapatkan keterangan langsung dari Natalis terkait kekhawatirannya saat berada di Sugapa.

“Beliau beberapa waktu lalu saya undang ke Jayapura dan menyampaikan bahwa di Intan Jaya tidak kondusif,” katanya.

Paulus juga menegaskan, pihaknya sedang berupaya mengembalikan situasi di Intan Jaya agar kembali kondusif. Ia pun menegaskan aparat keamanan akan berusaha keras untuk mengembalikan situasi keamanan di wilayah tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Soal Wacana Hak Angket Bongkar Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Pakar Politik: Itu Tantangan Besar!

Mata Indonesia, Sleman - Usulan terkini untuk DPR mempertimbangkan hak angket guna menyelidiki potensi kecurangan dalam Pemilu 2024 semakin mendapatkan dukungan. Arya Budi, Pakar Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menyatakan bahwa rencana tersebut memiliki kemungkinan untuk direalisasikan dalam teori.
- Advertisement -

Baca berita yang ini