Kasus Covid-19 Indonesia Turun, Kita Justru Harus Makin Rendah Hati dan Waspada

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kasus Covid-19 di Indonesia sedang turun dan semakin terkendali, tetapi sekarang belum saatnya bangsa ini berbangga diri dan berpesta pora, justru sekarang kita harus semakin rendah hati dan waspada agar tidak menciptakan gelombang ketiga Covid-19.

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, Kamis 9 September 2021.

“Sekarang (kasus Covid-19) kita Alhamdulillah sedang turun, tetapi belajar dari pengalaman sebelumnya ini bukan saatnya kita berbangga hati. Kita harus rendah hati dan benar-benar tetap waspada,” ujar Budi.

Budi mengingatkan kita semua bahwa Virus SARS-Cov-2 yang sekarang sudah bermutasi menjadi varian Delta tidak bisa ditebak lagi.

Menteri Kesehatan itu mengingatkan bahwa dalam penaganan Covid-19 setiap ada kurva penularan meningkat, pasti akan ada kurva menurunnya.

Begitu juga setelah penurunan, kalau tidak berhati-hati dan waspada akan terjadi kenaikan seperti dialami banyak negara termasuk Amerika Serikat yang penambahan kasus hariannya kini sudah lebih dari 100 ribu kasus per hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini