Kasus Astrid-Lael Bakal Jadi Bahan Pembahasan dalam RDP DPRD NTT dan Polda NTT 10 Januari Nanti

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD NTT bersama Polda NTT dan Kejaksaan Tinggi NTT akan digelar di bulan Januari 2022 ini.

Wakil Ketua DPRD NTT Inche D.P. Sayuna mengungkapkan bahwa RDP bersama Polda NTT akan digelar pada 10 Januari 2022.

“Sementara dengan Kejaksaan Tinggi NTT akan dilaksanakan pada 11 Januari 2022,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Senin 3 Januari 2022.

Inche mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan Polda NTT nanti, pihaknya akan mendengar penjelasan dari pihak kepolisian terkait dengan kasus-kasus kekerasan yang terjadi meluas di seluruh NTT.

“Termasuk kasus Astrid-Lael yang sudah menjadi bahan perbincangan di masyarakat dan pemberitaannya juga sudah simpang siur sehingga menyerang lembaga maupun pihak tertentu. Polda NTT diminta untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menguak fakta di balik kasus-kasus kekerasan yang terjadi selama ini,” katanya.

Selain itu, agenda lain yang akan dibahas adalah terkait penegakan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pembahasannya mengenai konten-konten yang bernada provokasi, SARA, fitnah.

“Ini menjadi bagian dari intervensi pemerintah agar Polda NTT bisa menegakkan UU ITE,” ujarnya.

Terutama untuk mengetahui kinerja dari Siber Crime Polda NTT dalam mengamati konten-konten yang mengandung isu SARA, provokasi, fitnah dan pembohongan-pembohongan yang dibuat di media sosial.

Sementara untuk rencana RDP dengan Kejaksaan Tinggi NTT akan membahas tentang pencegahan dan penanganan kasus-kasus korupsi yang sudah dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi NTT selama tahun 2021 di NTT.

“Sekaligus untuk mengetahui strategi dari Kejaksaan Tinggi NTT untuk menangani kasus korupsi di tahun 2022,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bansos Pangan Beras dan Minyak Goreng Jadi Penyangga Kesejahteraan Masyarakat

Oleh : Andhika RachmaPemerintah terus memperkuat perlindungan sosial melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras dan minyak goreng sebagai langkah menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi harga kebutuhan pokok. Program tersebut menjadisalah satu instrumen penting negara dalam memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi kelompok rentan dan keluarga berpenghasilan rendah. Kehadiran bansos pangantidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berperan menjagastabilitas sosial dan memperkuat ketahanan pangan nasional.Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersamaPerum Bulog terus mempercepat distribusi bantuan pangan ke berbagai wilayah di Indonesia. Penyaluran bantuan ini menyasar lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) denganalokasi bantuan berupa beras dan minyak goreng yang diberikan secara bertahap. Pemerintahmenilai program bansos pangan menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan ekonomimasyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasar.Program bantuan pangan tersebut juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjagakeseimbangan antara perlindungan sosial dan stabilitas ekonomi nasional. Di tengah tantanganglobal seperti ketidakpastian rantai pasok pangan dunia dan gejolak harga komoditasinternasional, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadapkebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bantuan beras dan minyak goreng menjadi bentuknyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari dampak inflasi pangan yang dapatmemengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.Pemerintah bahkan telah menyiapkan anggaran mencapai Rp11,92 triliun untuk mendukungpenyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng pada tahun 2026. Anggaran tersebutdigunakan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan tersebutbertujuan memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.Penyaluran bansos pangan juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi nasional. Pemerintah memahami bahwa kenaikan harga bahan pangan dapat memberikan tekananlangsung terhadap masyarakat kecil. Oleh karena itu, distribusi bantuan beras dan minyak goreng dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga pasokan pangan nasional tetap aman. Dengan stokcadangan beras pemerintah yang terus diperkuat, Indonesia dinilai memiliki kemampuanmenjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global.Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa program bantuan pangan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Pemerintahberupaya memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan secara cepatdan merata. Penyaluran bansos pangan dinilai mampu membantu meringankan bebanpengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat dengan pendapatan terbatas yang sangat terdampak oleh perubahan harga kebutuhan pokok.Selain membantu masyarakat penerima manfaat, program bansos pangan turut memberikandampak positif terhadap stabilitas pasar domestik. Ketika distribusi bantuan berjalan efektif, tekanan terhadap lonjakan harga beras dan minyak goreng dapat ditekan sehingga kondisi pasar menjadi lebih stabil....
- Advertisement -

Baca berita yang ini