Kasihan, Korban Banjir Sentani Terpaksa Dimakamkan Massal

Baca Juga

MINEWS, PAPUA – Beberapa jenazah korban banjir bandang di Sentani, Jayapura, yang tidak berhasil diidentifikasi akhirnya terpaksa harus dimakamkan secara massal.

Kepala Distrik Sentani Timur Steven Ohee mengatakan jenazah-jenazah itu dimakamkan di pemakaman umum Epha di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Rabu 27 siang ini.

Pemakaman berlangsung usai Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin dan sejumlah pemilik hak ulayat meneken surat pelepasan tanah untuk pemakaman tersebut.

“Pemakaman massal dilaksanakan hari ini karena liang lahat sudah digali sejak beberapa hari lalu,” kata Steven.

Sebelumnya, Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Ramon A menyebut ada 20 jenazah korban banjir yang tak bisa teridentifikasi hingga kini.

Tim DVI Polda Papua sebelumnya menerima 99 kantong jenazah dan dari jumlah tersebut, 77 di antaranya sudah diidentifikasi kemudian diserahkan ke keluarga.

Dari 22 kantong jenazah tersisa, dua di antaranya tidak berisi jasad manusia sehingga hanya 20 kantong jenazah yang berisi jasad manusia. Namun 20 kantung jenazah tersebut tidak bisa teridentifikasi.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini