Karung Berisi Ular, Teror Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Konflik masyarakat Papua dengan pemerintah baru saja reda. Namun, ada saja pihak yang tidak suka dan memulai kembali perpecahan. Hal itu ditandai dengan pelemparan karung berisi ular ke asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Tambaksari, Surabaya.

Aksi tersebut diketahui oleh salah satu penghuni Asramam Yoab Orlando. Dirinya mengatakan kejadian tadi Subuh, sekitar pukul 04.19 WIB. Empat orang berpakaian biasa menggunakan motor matik berhenti di depan pintu dan langsung melempar karung isi ular.

Yoab mengatakan ular tersebut ditaruh di dalam karung beras berwarna putih. Tak hanya satu ular, ada tiga ular yang diduga dilemparkan.

“Yang ular piton ditaruh di karung beras ukuran 15 kg. Dan tiga ekor ular kecil lainnya ditaruh satu karung kain. Jadi langsung dilempar bersamaan. Ularnya ada empat,” kata Yoab.

Saat itu kata dia, para mahasiswa ada yang sedang beristirahat, ada juga yang masih nongkrong di halaman. Saat dilempar karung isi ular, para mahasiswa kaget.

Yoab menambahkan ular lain lepas di selokan parkiran motor. Namun satu ular berukuran besar dapat diamankan. “Yang tiga terlepas di selokan. Kemudian yang besar kaya jenis ular piton yang ditaruh di karung ukuran 15 kg berhasil kami amankan,” katanya.

Sehabis melemparkan ular, peneror alias pelempar ular tersebut tidak langsung kabur. Mereka masih mengawasi dari perempatan Jalan Pacar Keling. Mereka juga membawa teropong untuk mengawasi mahasiswa Papua yang keluar.

“Waktu kita keluar ramai-ramai, pelaku menghindar tak jauh dari lokasi. Kan di situ ada perempatan, mereka berhenti di rumah sakit. Mereka pantau situasi lagi. Terus mereka pakai teropong. Kemudian teman-teman kejar, mereka panik dan teropongnya ditinggal dan kami amankan,” kata Yoab.

Selain kejadian ini, Yoab mengaku ada kejadian teror lain, yakni pada 27 Agustus lalu, ketika mereka membentangkan banner pertulisan ‘referendum’. Saat itu mereka dilempar cat warna merah. “Kemudian satu hari lagi, banner itu dipotong, terus dibawa lari banner-nya,” ujar Yoab.

Atas kejadian tersebut, Yoab mengaku belum melaporkan kejadian ini ke polisi. “Untuk sementara belum,” katanya.

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini