Kapan Larangan Terbang Max 8 di Indonesia Dicabut? Ini Jawabannya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tidak akan gegabah mencabut larangan terbang pesawat Boeing 737 Max8 milik Lion Air dan Garuda. Keputusan pencabutan sangat tergantung hasil investigasi The Boeing Company di Seattle, Amerika Serikat.

“Kami tidak ingin ada lagi potensi kecelakaan,” kata Luhut usai rapat terbatas.

Peserta rapat itu antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti, dan Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo.

Luhut maupun Budi Karya Sumadi tidak bisa memastikan kapan pelarangan terbang itu akan dilakukan.

Menurut Budi, seperti dikutip 14 Maret 2019, kementeriannya tidak akan tinggal diam. Inspeksi teknis terhadap seluruh pesawat tersebut pasti dilakukan.

Selain itu, Pemerintah Indonesia akan terus berkomunikasi dengan The Boeing Company sebagai pembuat pesawat.

Indonesia berkepentingan dengan larangan tersebut karena dua maskapai dalam negeri mengoperasikan 11 unit Max8.

Bahkan satu di antaranya yaitu pesawat yang dioperasikan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 adalah yang pertama jatuh dengan proses yang membingungkan hingga kini.

Kejadian terakhir dialami pesawat milik Ethiopian Airlines juga mengalami proses kecelakaan yang sama.

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini