Kado di Awal 2022, 33 ASN Kantor Agama Kupang dapat Penghargaan Satya Lencana Karya Satya

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – 33 ASN dalam lingkungan Kantor Agama Kota Kupang medapat kado istimewa dalam helatan Hari Amal Bakti ke-76 Kementerian Agama yang jatuh pada Senin, 3 Januari 2022. Mereka mendapatkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya atas pengabdian mereka dalam kurun waktu 10-30 tahun. Penyematan tanda jasa itu diberikan oleh Wakil Walikota (Wawali) Kupang dr. Hermanus Man.

Wawali bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang juga menyerahkan SK Kenaikan pangkat untuk 7 orang ASN dan SK pensiun untuk 1 orang ASN di lingkup Kantor Kementerian Agama Kota Kupang.

Wawali mengatakan bahwa di usia yang ke-76 ini, Kementerian Agama harus terus berbenah. Prestasi yang telah diraih harus dipertahankan dan secara bersamaan perlu terus berinovasi untuk mewujudkan Kementerian Agama yang lebih baik.

“Untuk itu kepada para ASN Kementerian Agama dia berpesan agar menjadikan agama sebagai inspirasi dan penggerak yang dapat meningkatkan daya kreativitas,” katanya.

Selain itu menjadikan pula lima nilai budaya kerja Kementerian Agama yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi selaku ASN.

“Selamat memperingati Hari Amal Bakti ke-76 Kementerian Agama, semoga terus berjaya serta menjadi oase dan pelayan masyarakat yang terbaik,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejak dibentuk tanggal 3 Januari 1946 hingga hari ini, Kementerian Agama terus bertumbuh dan berkembang menjadi salah satu instansi pemerintah yang mempunyai peran penting dan strategis dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama serta mewujudkan tatanan kehidupan beragama yang toleran dan ramah bagi semua.

“Kementerian Agama telah hadir sebagai payung teduh bagi semua unsur umat beragama, memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang membutuhkan layanannya dan menjaga Pancasila, konstitusi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk tetap dalam jalurnya,” katanya.
 
Hal tersebut dibuktikan dengan naiknya indeks kesalehan umat beragama dari 82,52 pada tahun 2020 menjadi 83,92 pada tahun 2021. Indeks kerukunan umat beragama juga mengalami peningkatan yang semula tahun 2020 sebesar 67,46 menjadi sebesar 72,39 pada tahun 2021. Indeks kepuasan layanan KUA meningkat pula dari angka 77,28 pada tahun 2019 menjadi 78,90 pada tahun 2021.
 
Menurutnya, Kota Kupang memiliki tagline Kupang rukun. Berbagai penghargaan berhasil diraih menjadi bukti Kota Kupang sebagai rumah kerukunan.

“Di dalam rumah bisa saja ada perbedaan. Tapi kita harus tetap saling menghormati, menghargai, toleransi dan tidak ada diskriminasi. Semua agama kita mengajarkan tentang persaudaraan. Tema Natal lalu juga tentang persaudaraan, mau ingatkan bahwa kita sebenarnya satu dalam Allah,” ujarnya.
 
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Yakobus Beda Kleden pada kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada umat beragama dan Pemerintah Kota Kupang yang terus mendukung tugas dan peran mereka selama ini.

“Terima kasih sudah menerima kami untuk ambil bagian dalam pembangunan kehidupan umat beragama di Kota Kupang,” katanya.

Menurutnya, tema peringatan Hari Bakti kali ini adalah transformasi layanan umat, dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan umat di era transformasi digital.

“Terutama di tengah pandemi covid 19, pelayanan iman umat sudah memanfaatkan kemajuan teknologi dan bisa berlangsung secara virtual,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bansos Pangan Beras dan Minyak Goreng Jadi Penyangga Kesejahteraan Masyarakat

Oleh : Andhika RachmaPemerintah terus memperkuat perlindungan sosial melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras dan minyak goreng sebagai langkah menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi harga kebutuhan pokok. Program tersebut menjadisalah satu instrumen penting negara dalam memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi kelompok rentan dan keluarga berpenghasilan rendah. Kehadiran bansos pangantidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berperan menjagastabilitas sosial dan memperkuat ketahanan pangan nasional.Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersamaPerum Bulog terus mempercepat distribusi bantuan pangan ke berbagai wilayah di Indonesia. Penyaluran bantuan ini menyasar lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) denganalokasi bantuan berupa beras dan minyak goreng yang diberikan secara bertahap. Pemerintahmenilai program bansos pangan menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan ekonomimasyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasar.Program bantuan pangan tersebut juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjagakeseimbangan antara perlindungan sosial dan stabilitas ekonomi nasional. Di tengah tantanganglobal seperti ketidakpastian rantai pasok pangan dunia dan gejolak harga komoditasinternasional, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadapkebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bantuan beras dan minyak goreng menjadi bentuknyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari dampak inflasi pangan yang dapatmemengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.Pemerintah bahkan telah menyiapkan anggaran mencapai Rp11,92 triliun untuk mendukungpenyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng pada tahun 2026. Anggaran tersebutdigunakan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan tersebutbertujuan memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.Penyaluran bansos pangan juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi nasional. Pemerintah memahami bahwa kenaikan harga bahan pangan dapat memberikan tekananlangsung terhadap masyarakat kecil. Oleh karena itu, distribusi bantuan beras dan minyak goreng dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga pasokan pangan nasional tetap aman. Dengan stokcadangan beras pemerintah yang terus diperkuat, Indonesia dinilai memiliki kemampuanmenjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global.Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa program bantuan pangan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Pemerintahberupaya memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan secara cepatdan merata. Penyaluran bansos pangan dinilai mampu membantu meringankan bebanpengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat dengan pendapatan terbatas yang sangat terdampak oleh perubahan harga kebutuhan pokok.Selain membantu masyarakat penerima manfaat, program bansos pangan turut memberikandampak positif terhadap stabilitas pasar domestik. Ketika distribusi bantuan berjalan efektif, tekanan terhadap lonjakan harga beras dan minyak goreng dapat ditekan sehingga kondisi pasar menjadi lebih stabil....
- Advertisement -

Baca berita yang ini