Kabar Terbaru, Ani Yudhoyono Tak Sadarkan Diri

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Meski sudah ditangani di ruang ICU sejak Kamis 30 Mei 2019 kemarin, kondisi kesehatan istri SBY, Ani Yudhoyono dikabarkan terus menurun.

Bahkan, kabarnya kini Ibu Ani sudah tak sadarkan diri dalam perawatannya di salah satu rumah sakit di Singapura akibat penyakit kanker darah yang dideritanya.

“Betul, tadi pukul 09.00 WIB kami dapat info seperti itu dari Singapura,” kata Kepala Divisi Advokasi DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahean di Jakarta, Jumat 30 Mei 2019.

Namun, Ferdinand tak menjelaskan lebih detail bagaimana kondisi sebenarnya Ibu Ani yang tidak sadarkan diri tersebut. Ia mengaku hanya mendapat informasi sebatas demikian saja.

“Kalau ditanya, saya tidak bisa jawab apakah koma atau tidak. Saya dapat kabar tidak sadar,” ujar Ferdinand.

Seperti diketahui, Ibu Ani dikabarkan masuk ke ruang ICU pada Kamis 30 Mei 2019 kemarin, setelah kondisi kesehatannya menurun drastis. Ia dirawat di National University Hospital (NUH) Singapura karena penyakit kanker darah.

Dalam keterangan tertulisnya, putera sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono pada Kamis menyebut saat ini ibunya membutuhkan penanganan ekstra. Seluruh anggota keluarga, terutama anak-anaknya pun sudah berkumpul di Singapura untuk berada dekat dengan sang ibu.

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini