Jubir Presiden Rusia Positif COVID-19, Apa Kabar Putin?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Virus corona dapat menyerang siapa saja saat ini. Terbaru, Juru bicara (Jubir) Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov terinfeksi dan saat ini dirawat di rumah sakit.

Hal itu disampaikan langsung oleh Peskov kepada kantor berita pemerintah Rusia, TASS, pada Selasa 12 Mei 2020. “Ya, saya jatuh sakit. Aku sedang dirawat,” katanya.

Meski demikian, ia meyakinkan Putin tidak berkontak langsung dengannya dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengatakan menemui Putin sekitar satu bulan lalu.

Kabar terjangkitnya Peskov menambah deretan nama pejabat Rusia yang terinfeksi COVID-19. Bulan lalu, Perdana Menteri Mikhail Mishustin juga telah dites positif terkena virus asal Wuhan, China itu.

Selain Mishustin, dua menteri pemerintah Rusia lainnya juga telah dikonfirmasi positif.

Peskov sendiri dikonfirmasi positif hanya sehari setelah Putin mengumumkan pelonggaran aturan pembatasan di negara itu. Di mana ia mengakhiri aturan ‘tidak bekerja/non working’ secara nasional yang telah diberlakukan sejak awal April.

Penghapusan aturan itu diumumkan Putin meski Rusia kini telah menjadi negara dengan kasus corona terbanyak kedua di dunia, setelah Amerika Serikat. Menurut John Hopkins CSSE, Rusia saat ini memiliki 232.243 kasus corona dengan 2.116 kematian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini