Jokowi Rogoh Kocek Rp 50 Juta untuk Istri Ajudan Bung Karno

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyalurkan bantuan senilai Rp 50 juta untuk Elizabeth Koesno (93), istri dari ajudan Presiden RI pertama Sukarno.

Saat ini, Elizabeth tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto karena sakit.

Sekretaris pribadi Presiden Jokowi, Anggit Noegroho memastikan, bantuan uang tunai itu telah diserahkan pada Minggu 14 Juni 2020 dan langsung diterima oleh Elizabeth.

“Bantuan sebesar Rp50 juta tersebut telah diserahkan di RSPAD Gatot Soebroto, tempat Ibu Elizabeth Koesno dirawat saat ini,” kata Anggit di Jakarta.

“Ibu Elizabeth beserta keluarga juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan Presiden RI,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya diketahui, kondisi Elizabeth yang tengah sakit ini dikabarkan oleh akun Instagram @zaufril. Disebutkan, Elizabeth mengontrak rumah bersama anak, menantu dan cucunya di wilayah Depok.

Ia dikabarkan terjatuh, sehingga bantalan tulang punggungnya retak dan pecah, sehingga harus dioperasi karena sudah berusia lanjut.

Elizabeth diharuskan untuk memakai korset khusus hingga pundaknya tapi karena masalah keuangan dan keluarga tidak mampu untuk membelinya sehingga tulang punggung Elizabeth menjadi bongkok karena tidak ada yang menopang tulang panggulnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini