Jokowi: Kampus Harus Berkontribusi untuk Masyarakat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kampus atau perguruan tinggi turut berkontribusi dan memperhatikan masyarakat sekitar, terutama kepada masyarakat miskin dan terbelakang.

“Perguruan tinggi tidak berada di menara gading, tapi harus memfungsikan diri sebagai menara air, yaitu hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan kampus harus langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Jokowi, Kamis 4 Maret 2021.

Ia juga menekankan agar perguruan tinggi aktif membangun dan memperluas jaringan, terlebih dengan dunia industri. Langkah ini dinilai bisa membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk turut berkontribusi bagi masyarakat.

“Agar mampu menghasilkan penelitian dan inovasi-inovasi yang memiliki nilai tambah bagi kualitas hidup masyarakat,” kata Jokowi.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan pengarahan di Kampus Sultan Ageng Tirtayasa, Sindang Sari, Kota Serang, Banten.

Dalam kesempatan ini Jokowi menekankan agar perguruan tinggi mampu memajukan pendidikan dan memberikan semangat dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul.

“Untuk memenangkan persaingan dan kompetisi global yang sekarang semakin sengit antar negara,” kata Jokowi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini