Jokowi Bakal Hubungkan Lampung dan Aceh Lewat Jalan Tol

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pembangunan sarana dan prasarana jalan tol terus digeber oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghubungkan akses antar wilayah di Indonesia.

Salah satunya yang jadi fokus orang nomor satu di Indonesia ini adalah jalan tol Trans Sumatera dari Lampung sampai Aceh yangan ditargetkan tersambung lima tahun lagi.

“Kita harapkan dalam waktu 4-5 tahun Lampung sampai Aceh sudah tembus,” kata Jokowi, Jumat 6 Desember 2019.

Jokowi menceritakan, jalan tol Trans Sumatera sudah tersambung dari Lampung hingga Palembang. Sebentar lagi, Eks Gubernur DKI Jakarta akan meresmikan ruas tol Kayu Agung-Palembang. “Kemarin Lampung-Kaya Agung, ini Kayu Agung-Palembang,” kayanya.

Usai ruas tol Terpeka (Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayuagung), kini tinggal sedikit lagi jalan tol yang bisa memangkas waktu tempuh menuju Palembang.

Beroperasinya ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km akan memangkas waktu tempuh dari Lampung ke Palembang. Dahulu, jarak tersebut ditempuh dalam 10 jam namun kini bisa ditempuh lebih singkat menjadi 3 jam.

Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung atau Terpeka kini melengkapi jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang sudah selesai terbangun lebih dahulu. Ini menjadi ruas tol terpanjang di Indonesia.

 

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini