Jika Berguna Pemerintah Jangan Takut Perpanjang PPKM Darurat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah jangan takut memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat jika data menunjukkan dampak terkendalinya Covid19 yang signifikan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan yang dilihat Mata Indonesia News, Senin 19 Juli 2021.

“Kebijakan itu tidak untuk diperdebatkan melainkan dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab untuk melindungi diri, keluarga dan sesama dari virus corona SARS-Cov-2,” ujar perempuan yang dipanggil Ririe tersebut.

Ririe berharap seluruh energi dan perhatian publik ditujukan untuk upaya nyata menanggulangi laju penularan virus tersebut.

Menurutnya, PPKM Darurat hanya alat untuk menertibkan. Berhasil atau tidaknya alat itu sangat ditentukan kesadaran dan kepatuhan masyarakat.

Maka pemerintah tidak perlu gamang untuk memutuskan apakah PPKM Darurat akan dilanjutkan atau tidak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini