Jelang Ganti Tahun, Anak Krakatau Meletus Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDARLAMPUNG – A few hours before the turn of the year, Mount Anak Krakatau in the Sunda Strait, South Lampung Regency, has again erupted. If on Monday 30 December 2019 the ash column that was sprayed reached 2000 meters, today it was reduced to only 1000 meters. 

The eruption took place on Tuesday 31 December 2019 at 06.51 WIB. According to the Center for Volcanology and Geological Disaster Mitigation (PVMBG), the Geological Agency of the Ministry of Energy and Mineral Resources, the thick ash column is gray to black

The column is as high as 1000 meters from the top of the Krakatau crater or about 1,157 meters above sea level.

The ash column is leaned towards the south. Seismograms record eruptions with a maximum amplitude of 41 mm and a duration of 1 minute 33 seconds. 

According to PVMBG records, during the eruption there was no sound of thumping. Even so until now the mountain is still in Status Alert (Level II).

PVMBG advises residents and tourists not to approach an area within a two kilometer radius of the crater.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini