Jangan Remehkan Covid-19 Omicron Saat Angka Kematian Harian Tembus 100 Kasus

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Meski banyak yang meremehkan karena gejalanya ringan, namun angka kematian akibat varian omicron terbukti tinggi termasuk di Indonesia.

Peringatan itu dikeluarkan Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama dalam pernyataan tertulisnya.

Pada, Jumat 11 Februari 2022, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia sudah tembus 100 orang per hari.

“Kita amat berduka karena kemarin 11 Februari 2022 ada 100 orang warga kita yang wafat karena Covid-19. Sejak 1 Oktober 2021 sampai bulan yang lalu jumlah yang wafat sehari di negara kita selalu di bawah angka 100,” kata Tjandra, Sabtu 22 Februari 2022.

Indonesia menurut Tjandra tidak sendirian karena sejumlah negara seperti Australia bahkan Amerika Serikat.

Angka kematian saat omicron merajalela di sana juga tinggi di atas 2000 orang per hari.

Kondisi itu bahkan jauh lebih tinggi dibanding saat mereka dihantam dengan Varian Delta September 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat dan Jalan Menuju Kesetaraan Pendidikan

*) Oleh : Gavin AsaditPemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat agenda pemerataan pendidikanmelalui Program Sekolah Rakyat yang pada 2026 menjadi salah satu prioritas utamapembangunan sumber daya manusia nasional. Pemerintah memandang pendidikan berkualitastidak boleh hanya dinikmati kelompok masyarakat tertentu, tetapi harus dapat diakses seluruhanak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga miskin ekstrem dan wilayah denganketerbatasan fasilitas pendidikan. Karena itu, Sekolah Rakyat hadir sebagai langkah strategisnegara untuk membuka akses pendidikan gratis, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakatpaling rentan di berbagai daerah. Program ini dinilai menjadi wujud nyata kehadiran pemerintahdalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraihmasa depan yang lebih baik.Pada Januari 2026, Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi bagian daritarget besar pemerintah untuk membangun 500 Sekolah Rakyat hingga 2029 mendatang. Pemerintah menilai pembangunan pendidikan harus bergerak lebih cepat agar kesenjangan sosialakibat ketimpangan akses pendidikan dapat ditekan secara bertahap. Melalui konsep sekolahberbasis asrama, pemerintah ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampumemperoleh lingkungan belajar yang aman, layak, dan mendukung perkembangan akademikmaupun pembentukan karakter secara optimal....
- Advertisement -

Baca berita yang ini