Jadi Dirut, Ini yang Mau Dilakukan Kaesang Pangarep pada Manajemen Persis Solo

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Meski tidak ikut Piala Menpora, namun Direktur Utama Persis Solo, Kaesang Pangarep segera membenahi klub sepak bola kebanggaan warga Kota Solo tersebut dengan membentuk manajemen yang bisa bekerja dengan baik. Sebab, target yang ditetapkan sangat tinggi yaitu masuk Liga 1.

“Saya sebagai Direktur Utama akan memilih siapa yang terbaik, soal tua atau muda yang penting bisa kerja,” ujar Kaesang yang dikutip Minggu 21 Maret 2021.

Kaesang, dilansir pasoepati.net juga memasang target yang lumayan tinggi bagi Persis yang musim lalu memiliki performa buruk karena gagal mendatangkan sponsor. Targetnya dalam istilah Kaesang, “Liga 1 Harga Mati.”

Sebelumnya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang juga kakak Kaesang memperkenalkan pemilik baru klub sepak bola kebanggaan Solo tersebut.

Selain Kaesang ada juga Menteri BUMN, Erick Thohir dan pengusaha muda Kevin Nugroho. Namun, pada acara perkenalan manajemen baru, Erick diwakili putranya, Agakhan yang sehari-hari dipanggil Aga.

Sebelumnya, Gibran meminta masyarakat Solo bersabar mengawal klub sepakbola kesayangan mereka hingga bangkit terutama untuk ke Liga 1.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini