Isu Tsunami Tarakan, Turunkan Kepercayaan Investor di Kaltara

Baca Juga

MATA INDONESIA, TARAKAN – Soal informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa Kota Tarakan berpotensi dihantam tsunami, dosen ilmu komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, Emrus Sihombing mengingatkan harus disampaikan dengan hati-hati karena bisa berdampak serius.

“Setiap pandangan kepentingan publik harus dilakukan secara hati-hati, karena
bisa menimbulkan berbagai persepsi berbeda-beda di tengah masyarakat,” kata Emrus kepada Mata Indonesia News, Rabu 12 Januari 2021.

Pernyataan Emrus tersebut menanggapi pernyataan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan Muhammad Sulam Khilmi yang menyatakan Kota Tarakan berpotensi dihantam tsunami jika terjadi gempa dengan magnitudo besar.

“Memang benar apa yang disampaikan BNPB tahun 2019, bekerja sama dengan para ahli menjelaskan bahwa Tarakan berpotensi terjadi tsunami. Ketika ada potensi gempa besar, maka akan berpotensi menjadi tsunami,” kata M.Sulam Khilmi pada Senin 3 Januari 2022.

Menurut Emrus yang menjuluki dirinya sebagai komunikolog, setiap pernyataan yang dilontarkan pejabat sebuah instansi bukan hanya sekadar konsep, apalagi yang menyangkut keselamatan publik.

Informasi yang disampaikan hanya dalam bentuk konsep justru berisiko menimbulkan dampak negatif ke publik. Bukan tidak mungkin berpotensi menimbulkan kegaduhan publik dan menurunnya kepercayaan investasi di Tarakan, khususnya Provinsi Kalimantan Utara.

Ketika seorang pejabat menyampaikan isu tsunami misalnya perlu diiringi dengan solusi mitigasi yang terukur dan bisa diterapkan.

Selain itu juga harus didukung data yang valid, akurat yang sudah terverifikasi agar masyarakat bs ada pemahaman sama.

Reporter: Puji Christianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini