Iran Ngebet Bikin Kerjasama Pertahanan dengan Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Iran ingin sekali menjalin kerja sama pertahanan dengan Indonesia. Duta Besar Mohammad Azad kini sedang menunggu jadwal pertemuan dengan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan Azad usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa 21 Januari 2020.

Azad mengklaim Iran memiliki pengalaman yang baik dalam bidang pertahanan sehingga Indonesia bisa mengambil pengalaman dari negeri Persia tersebut.

Duta besar itu menyampaikan hubungan baik Iran dengan Indonesia sejak 1950 telah memiliki hubungan baik.

Saat bertemu dengan Mahfud, Azad mengaku juga membahas beberapa kerja sama yang akan diwujud beberapa waktu mendatang.

Saat ini Iran sedang memiliki hubungan yang buruk dengan Amerika Serikat akibat Jenderalnya, Qaseem Sulaimani dibunuh menggunakan drone.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini