Ini Respon Firli Terkait Keberadaan Harun Masiku

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menurut informasi terakhir, tersangka kasus korupsi pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024, Harun Masiku masih berada di Indonesia. Masiku pun kini masuk dalam salah satu daftar pencarian orang (DPO) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rumor tersebut pun ditanggapi oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Meski tak menjelaskan soal keberadaan Masiku, Firly mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih terus mencari para tersangka yang masih buron.

“Tiap orang sebagai tersangka yang ditetapkan KPK berarti cukup bukti. Dengan bukti yang cukup KPK tak pernah berhenti mencari tersangka,” katanya di Jakarta, Selasa 1 Juni 2021.

Ia lalu mengungkapkan bahwa saat ini ada 10 tersangka KPK dengan status DPO. Firli mengatakan pihaknya sudah bersurat ke pelbagai pihak untuk memburu para buronan kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kita tak pernah berhenti. Penanganan perkara bukan orang per orang. Tapi bersama,” ujarnya.

Sebelumnya, Keberadaan Harun Masiku di Indonesia diungkap oleh pegawai senior KPK, Harun Al Rasyid. Ia mengungkapkan mencium sinyal keberadaan buronan tersebut sedang di Tanah Air.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini