Ini Rencana Pemerintah Jokowi Supaya Indonesia Merdeka dari Ponsel BM

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mulai Agustus ini pemerintah berupaya membebaskan Indonesia dari ‘serangan’ telepon seluler (ponsel) black market (BM). Sebab, Agustus ini akan terbit tiga peraturan menteri, yaitu dari Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan serta Menteri Komunikasi dan Informatika untuk menghalangi produk ilegal tersebut masuk ke Indonesia.

Peraturan itu mengenai validasi (pengendalian) International Mobile Equipment Identity (IMEI) dengan Mobile Subscriber Integrated Services Digital Network Number (MSISDN) atau nomor ponsel.

“Bertepatan dengan Peringatan Ulang Tahun Proklamasi ke-74 Republik Indonesia, Pemerintah menargetkan Indonesia merdeka dari ponsel black market (BM) untuk mendongkrak pajak dan pertumbuhan industri ponsel yang sehat,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di Jakarta.

Keluarnya tidak peraturan menteri tersebut diharapkan bisa menyehatkan ekosistem industri telekomunikasi nasional.

Menurut Rudiantara, beberapa negara yang telah menerapkan validasi IMEI ponsel ternyata mampu meningkatkan pendapatan negara dari pajak, selain itu konsumen terlindungi.

Menkominfo mengingatkan, perdagangan ponsel BM membawa kerugian untuk konsumen, industri dan negara.

Dari aspek tata niaga, peredaran ponsel BM akan memengaruhi perdagangan perangkat elektronik dan pada gilirannya memengaruhi pendapatan negara. Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) memperkirakan peredaran ponsel BM memiliki potensi pajak yang hilang sekitar Rp 2,8 triliun per tahun.

Perhitungan itu didasarkan besaran ponsel BM yang masuk setiap Indonesia yaitu 20 sampai 30 persen atau setara dengan 9 juta unit.

Penerapan regulasi validasi IMEI dengan MISDN, menurut Menkominfo Rudiantara, akan berlangsung dalam tiga fase.

Fase pertama, inisiasi ditandai dengan penandatanganan tiga peraturan menteri. Fase kedua, persiapan.

Fase selanjutnya disebut fase operasional dalam bentuk eksekusi oleh operator telekomunikasi dengan melakukan pengiriman notifikasi oleh operator ke pemegang IMEI duplikat untuk membuktikan keaslian perangkat.

https://www.minews.id/17-agustus-indonesia-belum-merdeka-dari-ponsel-bm/

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini