Mengapresiasi Langkah Konkret Presiden Prabowo Berantas Korupsi di Pertamina

Baca Juga

Jakarta – Penangkapan sejumlah pejabat terkait kasus korupsi menjadi bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas praktik korupsi di berbagai sektor. Sejumlah kasus yang terungkap, menunjukkan ketegasan pemerintah dalam menindak pihak-pihak yang merugikan keuangan negara.

Pengamat Politik Iwan Setiawan menilai langkah tegas yang diambil aparat penegak hukum mencerminkan keseriusan pemerintahan Prabowo dalam membersihkan negeri dari praktik korupsi. Salah satunya adalah dugaan korupsi izin ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang menyeret PT Asset Pacific sebagai tersangka utama.

“Berbagai kasus besar yang merugikan negara mulai terungkap, seperti kasus korupsi di Pertamina dan pajak kembali menegaskan bahwa komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas korupsi sangat serius. Selain itu, kasus impor gula serta gratifikasi pejabat pajak juga menjadi sorotan,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden yang meminta jajarannya untuk memastikan tidak ada kebocoran anggaran serta mencegah kebijakan yang merugikan keuangan negara.

“Prabowo bisa dikatakan turun langsung untuk membuktikan komitmennya memberantas korupsi. Harusnya ini jadi peringatan keras bagi seluruh pejabat dan stakeholder agar tidak main-main dengan uang rakyat,” tegas Iwan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menegaskan bahwa komitmen pemberantasan korupsi oleh Presiden Prabowo bukan sekadar wacana. Langkah Kejaksaan Agung menangkap empat petinggi anak perusahaan Pertamina menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum terus berjalan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Satu per satu para pihak yang diduga melakukan tindak pidana korupsi diamankan oleh aparat penegak hukum. Yang terbaru adalah kasus di Pertamina yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp 193,7 triliun,” ungkapnya.

Agung juga berharap agar penegakan hukum dilakukan secara optimal dan para koruptor dihukum seberat-beratnya guna memberikan efek jera. Masyarakat pun diimbau untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam membersihkan Indonesia dari praktik korupsi.

“Pemberantasan korupsi di era kepemimpinan Prabowo, diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dalam 100 hari pertama pemerintahannya, berhasil mengamankan dana negara sebesar Rp 300 triliun dari inefisiensi dan korupsi. Dana ini kemudian dialokasikan untuk proyek strategis nasional yang mencakup hilirisasi industri, agrikultur, dan energi terbarukan.{}

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ubah Menu MBG saat Ramadan, Disdikpora Kulon Progo Pastikan Gizi Tetap Ada

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berlangsung selama bulan Ramadan di Kulon Progo. Untuk memastikan kualitas tetap terjaga,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini