Ini Profil Deputi Siber BIN yang Dapat Penghargaan dari FBI, Ternyata Reserse Ulung!

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) (FBI) memberi penghargaan kepada Deputi Siber Badan Intelijen Negara (BIN) Irjen Polisi Agung Setya karena ikut membongkar skandal korupsi mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak.

Agung dianggap membuat FBI berhasil menyita kapal pesiar mewah Equanimity saat berada di perairan Bali Februari 2018. Kapal tersebut dibeli dari hasil pencucian uang korupsi 1Mdb yang melibatkan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bersama keluarganya.

Penyitaan kapal tersebut terjadi saat Agung masih berpangkat Brigadir Jenderal Polisi dengan jabatan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Sejak 8 Maret 2018 dia ditunjuk menjadi Deputi Siber pada BIN.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Wakil Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) David L. Bowdich di Mabes Polri, Jum’at 5 Juli 2019. Selain berhasil menyita Equanimity, Agung juga dinilai berjasa dalam menahan kapal barang Korea Utara Wise Honest saat berada di perairan Indonesia.

“Saya bangga sekali dengan pencapaian ini. Ini menunjukkan hubungan yang baik, kolaborasi kami (Polri) dengan FBI,” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol. Idham Azis di Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Selain Irjen Pol. Agung Setya, ada 34 orang penyidik Polri lainnya yang juga mendapat penghargaan serupa dari FBI pada hari ini.

Ini profil lengkap Irjen Pol Agung Setya yang dikutip dari pelbagai sumber:

Agung merupakan lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Dirtipideksus Bareskrim Polri

Mantan Kapolres Bengkulu ini memang dikenal ‘paten’ untuk urusan bidang reserse, khususnya ekonomi khusus. Terbukti, separuh perjalanan pengabdiannya sebagai anggota Polri, Agung selalu berkutat di bidang tersebut.

Contoh, pada tahun 2019, Agung didaulat menjadi Kanit III Dit II/ Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri. Setahun kemudian, dia dipercaya menduduki jabatan Kasubdit III Dirtipideksus Bareskrim Polri.

Prestasinya pun kian moncer dengan diberi amanat sebagai Wadirtipideksus Bareskrim Polri. Kemudian pada tahun 2016, Agung menduduki posisi Dirtipideksus Bareskrim Polri selama dua tahun, sebelum menjabat Deputi Bidang Intelijen Siber BIN hingga saat ini.

Selamat ya Irjen Pol Agung! Terus tingkatkan prestasimu dalam menjalankan tugas di negara tercinta ini.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini