Ini Perilaku Manusia yang Akibatkan Kasus Covid19 Melonjak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kasus Covid19 di Indonesia kembali meningkat pesat. Penelitian terbaru sejumlah perilaku manusia menjadi pemicu mendorong penularan.

“Penelitian terbaru menunjukkan beberapa situasi dan kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid19,” ujar kandidat Ph.D. ilmu kedokteran pada Kobe University, dr. Adam Prabata seperti pesan yang diterima Mata Indonesia News, Minggu 20 Juni 2021.

Pertama adalah sekolah dari segala tingkatan mulai TK hingga SMA mampu menularkan 18 persen sampai dengan 34 persen Covid19.

Kedua, restoran dan bar yang tingkat penularannya menurut hasil penelitian yang ditampilkan Adam mempunyai kemampuan penularan hingga 95 persen kepada orang yang sering mengunjunginya.

Sementara mereka yang sering melakukan olahraga indoor berisiko 36 Persen lebih tinggi terinfeksi Covid19.

Kumpul keluarga juga memiliki potensi lumayan tinggi yaitu sekitar 57 persen kepada mereka yang sering berkumpul bersama keluarga besar.

Sedangkan pertemuan atau rapat tatap muka di perkantoran memiliki potensi penularan lebih dari 15 persen.

Sementara Kamu yang sering menggunakan kendaraan bersama orang yang tidak tinggal serumah membuat penularan Covid19 lebih tinggi 47 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini