Ini Perbedaan Kemanjuran Vaksin Sinovac dan AstraZeneca

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat ini, Indonesia sudah memiliki dua merek vaksin Covid19 untuk mengejar herd immunity, yaitu Vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Masyarakat banyak yang bingung, apakah keduanya memiliki kemanjuran yang sama?

Menurut Associate Professor Universiti Putra Malaysia, Bimo Ario Tejo Ph.D penggunaannya tidak boleh digabungkan atau dioplos.

“Harus pilih satu jenis aja untuk 2x penyuntikan. Kalau mau ganti merek ntar aja tahun depan. Tapi mudah2an tahun depan covid sudah lenyap biar nggak perlu divaksin lagi,” ujar Bimo, Jumat 26 Maret 2021.

Menurut Bimo kedua vaksin tersebut berbeda dari teknologi pembuatannya. Jika Sinovac menggunakan cara lama memanfaatkan virus yang dimatikan, sedangkan AstraZeneca menggunakan teknologi baru hanya memanfaatkan bagian mahkota Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid19.

Akibatnya, antibodi yang dibangkitkan Vaksin AstraZeneca spesifik saja sesuai mahkotanya. Sedangkan Vaksin Sinovac membangkitkan antibodi berdasarkan keseluruhan tubuh virus tersebut.

Dari dua perbedaan tersebut, Vaksin AstraZeneca akan kesulitan menghadapi varian baru terutama jika sifat mahkota virus tersebut berubah. Sedangkan Sinovac logikanya tidak akan mengalami kesulitan karena menggunakan seluruh tubuh virus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini