Ini Keberuntungan Presiden Jokowi Saat Berada di Tambang Grasberg, Freeport Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, MIMIKA – Saat mengunjungi Grasberg, PT Freeport Indonesia, Presiden Jokowi dan rombongan merupakan orang yang beruntung.

Seperti diberitakan, Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana dan rombongan tiba di bekas tambang emas dengan ketinggian lebih dari 4.200 an meter di atas permukaan laut tersebut pukul 08.15 WIT.

Tambang itu hanya sekitar 600 meter di bawah Puncak Jaya dengan salju abadinya yang menjadi pemandangan indah.

Namun, untuk menyaksikan keindahan tersebut setiap orang yang ada di Grasberg membutuhkan keberuntungan.

Pasalnya, wilayah di atas Grasberg sepanjang hari selalu ditutupi kabut tebal sehingga menghalangi pandangan ke Puncak Jaya.

Kita menjadi orang yang beruntung jika disuguhkan dengan pemandangan Puncak Jaya meskipun hanya beberapa detik saja di pagi hari, karena setelah itu kabut kembali menyelimuti.

Jika kita menyaksikan foto-foto saat Presiden Jokowi berada di Grasberg tampak langit di atasnya bersih dan sangat cerah sehingga terlihat jelas kecantikan Puncak Jaya bahkan rangkaian pegunungannya.

Seperti diungkapkan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas yang mendampingi Jokowi, tambang Grasberg saat ini sudah tidak ada aktivitas karena penambangannya selesai.

Kini sedang dilakukan reklamasi sebelum tambang itu benar-benar ditinggalkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini