Ini Jabatan Menteri Sementara di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-11 nama pejabat baik dari partai politik hingga non partai mendatangi Istana Negara, Jakarta. Mereka datang memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas kursi menteri yang akan diduduki dalam kabinet jilid II.

Sejak Senin 21 Oktober 2019, pagi sudah ada 11 calon menteri yang dipanggil, dan untuk jabatannya sendiri diprediksi di antaranya:

  1. Nadiem Kariem, COE Gojek Indonesia ini diprediksi menjadi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia
  2. Mahfud MD, Mantan Ketua Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD diprediksi menjadi Jaksa Agung RI
  3. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto diprediksi menjadi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
  4. Komisaris Utama Net Mediatama Televisi Wishnutama diprediksi menjadi Menteri Pariwisata atau Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)
  5. Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir diprediksi menjadi Menteri BUMN
  6. Kapolri Jenderal Tito Karnavian diprediksi tetap menjadi Kapolri
  7. Menteri Sekretariat Negara Republik Indonesia Praktikno diprediksi tetap dijabatannya saat ini
  8. Ketum Gerindra Prabowo Subianto diprediksi menjadi Menteri Pertahanan
  9. Waketum Gerindra Edhy Prabowo diprediksi menjadi menjadi Menteri Pertanian
  10. Direktur Populi Center Nico Harjanto diprediksi menjadi Wakil Mensegneg
  11. Komisaris Utama PT Adhi Karya Fadjroel Rachman diprediksi menjadi Wakil Menteri BUMN

 

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini