Ini Fakta Koperasi Jadi Penyangga Pemulihan Ekonomi Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Koperasi menjadi satu penyangga pemulihan ekonomi Indonesia adalah fakta dengan bukti kuat.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengingatkan ada 127.846 koperasi dengan jumlah anggota 27,1 juta orang sepanjang 2021.

Maka total aset seluruh koperasi itu senilai Rp 250,98 triliun.

“Volume usahanya senilai Rp 182,35 triliun,” ujar Teten, dilansir Antaranews, Selasa 12 Juli 2022.

Maka, Teten berniat mengembangkan koperasi modern dengan memberikan fasilitasi penguatan.

Penguatan itu, di antaranya fasilitasi tenaga pendamping, akses pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), kemitraan, offtaker/supplier, serta teknologi dan inovasi yang relevan.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah turut mendorong koperasi untuk akses permodalan dan pembiayaan dari berbagai sumber alternatif perbankan maupun non-perbankan.

Dorongan tersebut berupa pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) kluster oleh perbankan bagi anggota koperasi dengan bunga kompetitif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini