Inflasi tak Terkendali, Malaysia Gelontorkan Subsidi Senilai 18 Miliar Dolar AS

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUALA LUMPUR – Resesi ekonomi di seluruh dunia salah satunya juga menimpa Malaysia. Negara tetangga Indonesia ini sekarang sedang kelabakan karena tak terkendalinya kenaikan harga sejumlah barang-barang (inflasi).

Malaysia terpaksa akan menghabiskan 77,3 miliar ringgit atau sekitar 17,6 miliar dolar AS untuk subsidi dan bantuan tunai tahun ini sekaligus meredam kenaikan harga.

Mengutip Reuters, Minggu 26 Juni 2022 harga barang telah melonjak di Malaysia dalam beberapa bulan terakhir karena gangguan rantai pasokan. Kekurangan tenaga kerja dan dampak perang di Ukraina.

Menurut data dari Pemerintah Malaysia, inflasi makanan naik 5,2 persen dari tahun sebelumnya di bulan Mei, tertinggi sejak November 2011.

Menteri Keuangan Malaysia Tengku Zafrul Aziz mengatakan, Malaysia akan menghabiskan 51 miliar ringgit untuk subsidi konsumen termasuk bahan bakar, listrik, dan makanan, dengan asumsi bahwa harga pasar komoditas tetap pada level saat ini.

”Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan tunai 11,7 miliar ringgit, dan subsidi lainnya 14,6 miliar ringgit,” kata Tengku Zafrul Aziz.

Sebelumnya, Malaysia berencana mengeluarkan dana hampir 400 juta dolar AS bulan ini untuk membantu rumah tangga mengatasi kenaikan harga makanan dan biaya hidup.

Peningkatan pendapatan pemerintah dari kenaikan harga komoditas tidak cukup untuk mengimbangi lonjakan yang diharapkan dalam belanja subsidi tahun ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini