Indonesia Tak Boleh Gagal Hadapi Gelombang Covid-19 Omicron Seperti Amerika Serikat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kegagalan Amerika Serikat dalam menghadapi varian Omicron harus menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia.

Menurut epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono, beban berat rumah sakit di Negeri Paman Sam disebabkan varian omicron.

Melalui pesannya yang dilihat, Kamis 3 Januari 2022, Pandu menyatakan AS gagal karena cakupan vaksinasinya belum tinggi.

“Seandainya cakupan vaksinasi AS sama dg cakupan Denmark, maka lebih separuh hospitalisasi Covid bisa dicegah (warna merah pd grafik). Ayo Indonesia genjot terus vaksinasi,” ujar Pandu.

Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS menyatakan kasus harian rata-rata tertinggi akibat Omicron adalah 799 ribu orang.

Angka itu lima kali lebih tinggi daripada rata-rata kasus harian tertinggi varian Delta negara itu, yakni 164 ribu orang.

Meski persentase pasien Covid-19 varian Omicron yang masuk rumah sakit lebih sedikit dari pasien Covid-19 yang terinfeksi varian Delta.

Angkanya 1,8 kali lebih tinggi dari angka rata-rata harian karena Delta yang mencapai 12 ribu kasus.

Kondisi rumah sakit di Amerika Serikat yang sangat terbebani sekarang harus diantisipasi Indonesia.

Karena kita pernah memiliki pengalaman tragis pada Juni-Juli 2021 dengan lonjakan kasus harian lebih dari 56 ribu kasus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kejurnas Bola Voli Remaja U-17 tahun 2024 Digelar di Sleman, Danang Harap Muncul Bibit-bibit Unggul

Minggu (23/6) siang, bertempat di GOR Pangukan Kabupaten Sleman, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas)...
- Advertisement -

Baca berita yang ini