Implan Payudara Lucinta Luna Seharga 1 Rumah Subsidi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lucinta Luna kembali menuai kehebohan. Setelah beberapa waktu lalu sempat mengejutkan netizen lantaran konfliknya dengan Fatih Seferagic. Kali ini Lucinta Luna lagi-lagi membuat publik tercengang karena pengakuannya.

Dalam sebuah tayangan di kanal Youtube Hotman Paris Official yang diunggah Selasa, 12 Maret 2019, Lucinta Luna blak-blakan bercerita kepada Hotman Paris mengenai operasi plastik yang dilakukannya. Lucinta mengakui telah melakukan oplas pada beberapa bagian tubuhnya, mulai dari pinggang, bokong, hidung, rahang hingga dada.

Dalam tayangan Youtube itu, Hotman sempat bertanya mengenai keaslian payudara Lucinta. Lantas ia pun mengakui jika dirinya memasang implan sejak tahun 2009.

“Kalau ini kw bener. Ini diimplan, karena tuntutan peran, aku jadi model. Jadi pas jadi model aku jadi semuanya dibiayai mulai dari tubuh, komolekannya karena kalau difoto itu kan harus bagus,” kata Lucinta Luna menjawab pertanyaan Hotman.

Lucinta pun menjelaskan jika pemasangan implan payudaranya dilakukan di Korea. Tak tanggung-tanggung, biaya yang dihabiskan untuk implan tersebut mencapai Rp100 juta.

“Berapa biaya dada kamu ini untuk begini?” tanya Hotman Paris lagi.

“Kalau dirupiahkan sekitar Rp100 juta-an lah ya,” kata Lucinta Luna.

Selain di payudara, Lucinta juga mengaku memasang implan di bagian bokong dengan biaya yang tak kalah fantastis juga tentunya.

Berita Terbaru

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS

Oleh : Andhika Rachma )*Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ruang digital kini bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang belajar, hiburan, hingga interaksi sosial lintas generasi. Di tengah perkembangan tersebut, negara memilikitanggung jawab untuk memastikan bahwa ekosistem digital tetap aman, sehat, dan berpihak pada kepentingan publik, terutama anak-anak sebagai kelompok rentan. Dalam konteks inilahpemerintah menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.Kehadiran PP TUNAS menjadi tonggak penting dalam perjalanan tata kelola digital Indonesia. Regulasi ini tidak sekadar menjadi instrumen hukum, tetapi juga mencerminkan komitmennegara dalam membangun ruang digital yang lebih bertanggung jawab. Pemerintahmenempatkan pelindungan anak sebagai prioritas utama di tengah meningkatnya penggunaanplatform digital oleh generasi muda. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Indonesia ingin menjadi negara yang aktif melindungi anak-anak di ruangdigital dan tidak tertinggal dari negara lain dalam membangun tata kelola platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini