IDI Ingatkan Kita Tidak Lengah dan Biarkan Covid-19 Merajalela

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Meski penanganan Covid-19 masih terkendali, namun pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan kita semua tidak lengah dan membiarkan Covid-19 semakin merajalela.

Hal itu diungkapkan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 pada IDI, Prof. Zubairi Djoerban melalui pesannya yang dilihat, kamis 17 Februari 2022.

“Jumlah kasus Covid-19 satu minggu terakhir di Indonesia cukup tinggi: 321.235. Bahkan negara ini menyalip India dengan menempati peringkat 12—menurut data Worldometers. Ini menjadi pengingat yang jelas bahwa bukan waktunya untuk lengah dan membiarkan Covid-19 kembali merajalela,” ujar Zubairi.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga mengingatkan tingginya angka kasus harian Covid-19 di Indonesia setelah omicron mendominasi.

Pasalnya, di periode 7 hingga 13 Februari, seluruh provinsi mencatat peningkatan jumlah kasus dibandingkan pekan lalu.

Ada 30 provinsi yang mencatat kenaikan kasus lebih dari 100 persen, bahkan dua provinsi melaporkan kenaikan drastis melampaui 50 persen.

Gorontalo misalnya mencatat kenaikan 635 persen dan Kalimantan Utara 505 persen. Sementara ada tiga provinsi berada pada tingkat penularan komunitas level 4 atau dengan risiko sangat tinggi.

Tiga provinsi itu adalah DKI Jakarta dengan 641,2 kasus per 100 ribu populasi dalam kurun tujuh hari.

Selanjutnya tercatat Bali dengan 204,3 dan Banten 188,3. Menurut WHO, hal tersebut menandakan risiko transmisi tiga provinsi ini amat tinggi.

Pemerintah harus meningkatkan deteksi kasus demi menekan penularan semakin menyebar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Soal Wacana Hak Angket Bongkar Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Pakar Politik: Itu Tantangan Besar!

Mata Indonesia, Sleman - Usulan terkini untuk DPR mempertimbangkan hak angket guna menyelidiki potensi kecurangan dalam Pemilu 2024 semakin mendapatkan dukungan. Arya Budi, Pakar Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menyatakan bahwa rencana tersebut memiliki kemungkinan untuk direalisasikan dalam teori.
- Advertisement -

Baca berita yang ini