Ibu Ani Dapat Kiriman Do’a dari George W Bush dan Istri

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Bukan hanya masyarakat Indonesia dan ASEAN yang mendo’akan kesembuhan mantan ibu negara Ani Yudhoyono.

Melalui sebuah kartu pos, mantan Presiden AS George Walker Bush dan istrinya, Laura, juga mempunyai perhatian yang sama.

IG @aniyudhoyono

Kartu pos itu bertanggal 20 Maret 2019, namun mungkin baru diketahui belakangan sehingga diunggah Sabtu 5 Mei 2019 di akun IG @aniyudhoyono.

Sebagai balasannya, @aniyudhoyono membuat komentar pada unggahannya tersebut, “Terima kasih kepada sahabat saya, Mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Laura Bush dan Presiden George W. Bush yang telah mengirimkan surat guna memberikan doa bagi kesembuhan saya.”

Ani Yudhoyono mengaku surat tersebut menjadi tambahan semangat baginya, Susilo Bambang Yudhoyono sang suami dalam menghadapi penyakit kanker darah yang dideritanya.

Baik Presiden Bush dan Laura mengaku selalu berdoa untuk kesembuhan Ani Yudhoyono dalam pengobatannya di National University Hospital (NUH) Singapura.

Sudah berjalan tiga bulan ini, mantan ibu negara tersebut sedang menghadapi transplantasi sumsum tulang belakang.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini