Hore, Stasiun Palmerah dan Tanah Abang Kembali Layani Penumpang

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Stasiun Palmerah dan Tanah Abang kembali layani penumpang naik dan turun kereta commuter.

“Stasiun Palmerah dan Tanah Abang mulai jadwal pemberangkatan KRL pertama pada pagi hari ini kembali melayani naik turun pengguna untuk relasi Rangkasbitung/Maja/Parungpanjang/Serpong – Tanah Abang PP,” ujar VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia Anne Purba di Jakarta, Kamis 23 Mei 2019.

Begitu juga rute KRL loop line relasi Bogor/Depok/Nambo – Duri/Jatinegara PP kembali melayani naik turun penumpang di Stasiun Tanah Abang. Namun, PT KCI tetap mengikuti perkembangan situasi.

Dia juga mengimbau penumpang tetap mengikuti perkembangan informasi terkini operasional dan layanan KRL dari petugas di Stasiun, petugas di dalam KRL, contact center KAI 121, maupun media sosial resmi PT KCI.

Sebelumnya PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) terpaksa melarang penumpang kereta commuter turun di kedua stasiun tersebut karena alasan keamanan saat kerusuhan kemarin.

Kini setiap stasiun kereta commuter dikerahkan tambahan 100 personel pengamanan yang terdiri dari TNI dan Polri.

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini