Hati-hati, Pakai Ponsel di Area Publik Bisa Terinfeksi Covid19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kebiasaan hidup bersih termasuk dalam menggunakan telepon genggam sudah harus mulai dilakukan sekarang karena virus corona yang menyebarkan Covid19 bisa bertahan di telepon itu selama lima hari.

Saat menjadi narasumber Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Edward Faisal mengatakan hal itu bisa terjadi karena telepon seluler terbuat dari plastik atau metal.

Pada kedua jenis benda tersebut virus corona bisa bertahan hidup hingga lima hari. Maka, ketika kita berbicara melalui telepon seluler di area publik seperti stasiun kereta atau di dalam kereta, potensi terpapar virus tersebut menjadi lebih besar.

Jika kita membawanya ke rumah, kemungkinan besar keluarga kita terutama orang tua atau saudara yang memiliki penyakit menahun bakal terancam bahaya Covid19.

Maka, Edward mengimbau kita tidak melakukan pembicaraan melalui telepon seluler saat di dalam kereta rel listrik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini