Hasil UTBK SBMPTN Gelombang Satu Diumumkan 23 Juni 2022, Ini Jadwal Lengkapnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2022 gelombang 1 sudah selesai dilaksanakan pada Senin 23 Mei 2022 lalu dan gelombang 2 baru akan selesai pada Jumat 3 Juni 2022.

Hasil pengumuman ujian akan segera diumumkan namun harus menunggu jadwal SBMPTN selesai dilakukan. Di lansir dari LTMPT Official penentuan peserta UTBK SBMPTN tahun 2022 gelombang 1 sudah di depan mata. Artinya, tersisa 30 hari lagi sebelum hasil SBMPTN keluar.

Berdasarkan informasi yang diberikan LTMPT pengumuman UTBK SBMPTN gelombang 1 akan diumumkan pada tanggal 23 Juni 2022 mendatang pukul 15.00 WIB. Tahun 2021 pengumuman dapat diakses melalui website pengumuman-sbmptn.ltmpt.ac.id.

Selain melalui webisite, pengumuman UTBK SBMPTN juga biasanya disediakan melalui link di tiap PTN. Berikut jadwal UTBK SBMPTN tahun 2022 :

  1. Registrasi Akun LTMPT : 14 Februari – 17 Maret 2022
  2. Sosialisasi UTBK-SBMPTN : 1 Desember 2021 – 15 April 2022
  3. Pendaftaran UTBK-SBMPTN : 23 Maret – 15 April 2022
  4. Pelaksanaan UTBK Gelombang I : 17 – 23 Mei 2022
  5. Pelaksanaan UTBK Gelombang II : 28 Mei – 3 Juni 2022
  6. Pengumuman Hasil SBMPTN : 23 Juni 2022
  7. Masa Unduh Sertifikat UTBK : 25 Juni – 31 Juli 2022

Jalur penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri terdiri dari SNMPTN dengan kuota minimum 20 persen, SBMPTN minimum 40 persen, Mandiri minimum 30 persen. Untuk PTN berbadan hukun (PTN-BH) kuta dari SBMPTN minimum 30 persen dan seleksi Mandiri minimum 50 persen.

Peserta yang telah melaksanakan UTBK jalur SBMPTN 2022 dapat mengecek hasilnya melalui laman resmi LTMPT pengumuman-sbmptn.ac.id.

Jika peserta dinyatakan lulus, akan muncul tampilan berisi nomor peserta, nama, tanggal lahir, dan ucapan selamat.Namun, nilai baru bisa dilihat setelah peserta mencetak atau mengunduh Sertifikat UTBK SBMPTN 2022.
Jadwal mengunduh Sertifikat Hasil Nilai UTBK SBMPTN 2022 dilakukan setelah pengumuman hasil UTBK SBMPTN 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini