Hari Pers Nasional 2021, Sulawesi Tenggara Jadi Tuan Rumah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA - Pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 resmi akan digelar di Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah pelaksana.

Penentuan tersebut berdasarkan hasil rapat pleno PWI dan Dewan Pers pada Kamis 9 Januari 2020.

Berdasarkan keterangan Dinas Kominfo Sultra yang diterima di Kendari pada Jumat 10 Januari, disebutkan bahwa rapat koordinasi penyelenggaraan HPN 2020 dan penentuan pelaksanaan HPN 2021 itu dihadiri oleh Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh, Ketua PWI Pusat Atal Sembiring Depari, Ketua PWI se- Indonesia, Kadis Kominfo se-Indonesia, dan Kadis Pariwisata se-Indonesia.

Menurut Plt Kepala Dinas Kominfo Sultra Syaifullah, rapat penentuan HPN 2021 berjalan cukup alot karena banyak provinsi yang menunjukkan keunggulannya masing-masing.

“Cukup alot karena beberapa daerah seperti Provinsi Sumatera Selatan, Riau, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, serta daerah lainnya saling memaparkan keunggulan potensi wilayah,” kata Syaifullah.

Ia mengungkapkan setelah dua hari rakor hasilnya diputuskan untuk tahun 2021 HPN ditetapkan di Sulawesi Tenggara. Ketua Pantia HPN 2020 Kalimantan Selatan (Kalsel), Auri Jaya, mengatakan pada setiap penyelenggaraan HPN akan digelar seminar investasi dan bisnis dalam bentuk pemaparan proposal.

Setiap pergelarannya, biasa sejumlah kementerian dan lembaga turut hadir untuk membahas program kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) dan penyelenggaraan HPN berikutnya.

“Penyelenggara HPN dalam bentuk proposal sehingga setiap daerah sebagai penyelenggara HPN. Hasilnya tahun depan akan mendapatkan kucuran anggaran dari pusat berdasarkan proposal setiap OPD tersebut,” ujarnya.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini