Hampir 79 Juta Penduduk Indonesia Sudah Dapat Dua Dosis Vaksin Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Laju vaksinasi Covid-19 sudah mencatat hampir 79 juta penduduk atau 78,9 orang Indonesia mendapat dua dosis vaksin pada Senin 8 November 2021.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Vaksinasi Pemerintah, dr. Reisa Broto Asmoro, di Jakarta, Senin.

Sementara itu, jumlah penduduk Indonesia yang baru mendapat dosis pertama vaksin Covid-19 sebanyak 125 juta orang.

Menurut Duta Adaptasi Kebiasaan Baru itu, pemerintah menargetkan 70 persen penduduk Indonesia sudah divaksin di akhir tahun ini.

“Capaian tersebut tidak bisa terpenuhi apabila masyarakat tidak berpartisipasi,” ujar Reisa.

Reisa menegaskan semua vaksin yang dimiliki Indonesia sekarang sudah aman karena mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dia menegaskan vaksin bisa bisa memberi perlindungan dari Covid-19 untuk diri sendiri maupun masyarakat yang lebih luas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini