Grab dapat Suntikan Dana 200 Juta Dolar dari Investor Korea

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – perusahaan transportasi online asal Singapura, Grab mendapatkan suntikan dana segar dari Stic Investments Inc, perusahaan investasi asal Seoul, Korea Selatan. Total dana yang masuk ke kas Grab senilai 200 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 2,9 triliun.

Melansir Bloomberg pada Senin 3 Agustus 2020, dana tersebut akan diberikan bertahap. Tahap pertama, Grab akan menerima investasi senilai 100 juta dolar AS dan sisanya akan diperoleh dari co-investor bersama Stic Investments Inc.

Soal kabar ini, pihak Grab maupun Stic belum memberikan keterangan resmi.

Sebagai informasi, Grab termasuk salah satu perusahaan rintisan paling top di Asia Tenggara dengan pengumpulan investasi mencapai lebih dari 10 miliar dolar AS sejauh ini. Salah satu investor terbesar adalah Softbank dengan nilai modal sebesar 3 miliar dolar AS.

Sementara Stic Investments berdiri pada 1999 dan kini mengelola dana sekitar 4,5 miliar dolar AS. Portofolionya antara lain Big Hit Entertainment Co, perusahaan di balik boy band BTS dan Masan Group Corp dari Vietnam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini