Gawat Bro-Sist! Belanja Online dari Luar Negeri Bakal Kena Bea Masuk

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Kabar buruk nih buat kalian bro-sist yang selama ini doyan belanja online dari e-commerce luar negeri. Dalam dua pekan ke depan pemerintah akan menerapkan bea masuk terhadap semua transaksi belanja kalian dari luar negeri.
Dijelaskan Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi, sementara ini pemerintah tengah menggalang dukungan untuk menarik biaya impor atau pajak atas transaksi e-commerce cross border atau lintas batas negara. Kebijakan itu tengah disiapkan dan diatur data-datanya.
“Ini kami lakukan untuk meningkatkan transparansi dan menjaga bisnis tetap tumbuh. Saya harap segera cepat dilakukan, satu atau dua minggu lagi,” ujar Heru di Jakarta, Minggu 15 September 2019.
Menurut Pambudi, pemberlakuan bea masuk bagi transaksi lintas negara ini bukanlah barang baru. Namun, kali ini Kemenkeu melakukan penarikan cukai melalui online, dan hanya berganti sistemnya saja.
“Ini berlaku untuk semua produk yang diperdagangkan melalui e-commerce,” kata Heru.
Pihaknya pun menegaskan, ketetapan ini hanya peralihan sistem yang tadinya konvensional menjadi lebih rapi dan terintegrasi, denganm mengubah bentuk administrasinya ke bentuk modern.
 

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini