Ganjar Pranowo: Esemka Bakal Jadi Mobil Dinas di Jateng

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Mobil Esemka secara sah akan mengaspal di Tanah Air. Sebagai bentuk dukungan atas karya anak bangsa ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bakal menjadikan Esemka sebagai salah satu kendaraan dinasnya.

Dirinya akan mendorong seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Jawa Tengah dan pejabat di 35 kabupaten/kota untuk menggunakan mobil Esemka sebagai mobil dinas.

Ganjar mengakui, dia tidak sempat mendampingi Presiden RI, Joko Widodo untuk meresmikan pabrik perakitan mobil Esemka, di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Ganjar sedang melaksanakan kegiatan dinas di Kalimantan.

Namun ia terus memantau pelaksanaan peresmian oleh Presiden RI melalui media. Selain mengapresiasi, Ganjar bahkan tidak sabar menantikan produk-produk mobil unggulan dari pabrik yang terletak di Boyolali itu.

“Akhirnya mimpi panjang hari ini bisa diwujudkan. Apapun bentuknya, darimanapun mulainya, akhirnya mobil karya anak bangsa, Esemka tersebut bisa terwujud,” katanya.

Gubernur juga mengungkapkan, ada mobil niaga yang sudah jadi. Tentu ini langkah positif yang akan terus didorong oleh Pemprov Jawa Tengah. Secara terbuka ia sangat tidak sabar menunggu produk non niaga, seperti SUV dan produk lain.

“Tidak hanya di Jawa Tengah, daerah lain hingga kementerian juga akan saya dorong menggunakan mobil Esemka agar bisa dipakai untuk kepentingan nasional,” katanya.

Sambil menunggu produk SUV tersebut, Ganjar mengatakan bahwa mobil niaga yang sudah diproduksi Esemka saat ini juga harus didorong untuk membantu program pemberdayaan petani, nelayan dan pelaku usaha kecil menengah (UKM).

“Langkah-langkah ini penting dilakukan sebagai upaya menjadikan Esemka sebagai mobil nasional,” tegasnya.

Setelah peresmian ini, gubernur juga akan mengagendakan kunjungan ke pabrik perakitan Esemka tersebut. Dia juga ingin, agar mobil niaga yang sudah diproduksi itu dapat didesain sesuai kebutuhan masyarakat.

Pabrik perakitan mobil Esemka itu berada di bawah naungan PT Solo Manufaktur Kreasi. Letaknya di Desa Demangan Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Dalam produksinya, sekitar 80 persen komponennya berasal dari dalam negeri.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini