Bikin Salut! Suho EXO Ungkap Alasannya Tak Unggah Foto Bersama Koala di Australia

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Suho EXO cukup rajin membagikan postingan sejak membuka akun Instagram pribadi pada Desember 2018. Baru, baru ini Suho mengaku bahwa ada satu foto yang tidak akan pernah diunggahnya ke Instagram.

Pada Maret, Suho menghabiskan beberapa waktu di Brisbane, Australia. Ia bermain dengan beberapa kanguru yang ramah. Bahkan pemilik nama Kim Junmyeon ini turut memamerkan pertemuannya dengan kanguru melalui postingan Instagram.

Namun ternyata kanguru bukan satu-satunya binatang khas Australia yang dijumpai Suho. Suho ternyata juga bertemu beberapa koala yang lucu.

Dalam wawancara bersama majalah High Cut, Suho memutuskan tidak akan pernah membagikannya ke media sosial. Penyanyi kelahiran 1991 tersebut ia sengaja tidak memposting foto-foto itu karena mengkhawatirkan koala-koala tersebut.

Pria kelahiran tahun 1991 ini khawatir banyak orang akan mengikutinya dan mengganggu tidur mereka hanya karena ingin mengambil foto bersama.

“Aku juga mengambil foto dengan kanguru dan koala. Aku khawatir banyak orang mungkin ingin berfoto dengan koala jika aku mengunggah foto yang kuambil itu, jadi kupikir akan lebih baik membiarkan mereka tidur!” ungkapnya.

Mendengar jawaban Suho membuat mereka sadar bahwa ia adalah sosok leader yang lembut dan bijaksana. Meskpin sebenarnya banyak EXO-L, sebutan untuk penggemar EXO, pastinya akan senang melihat beberapa foto itu.

“Kim Junmyeon kenapa begitu bijaksana? dia berpikir tentang koala yang terganggu oleh penggemar yang ingin mengambil foto yang sama jika dia membagikan fotonya ke Instagram. Dia benar-benar pria sejati,” komentar salah satu penggemar.

“Kim Junmyeon mengatakan bagaimana dia takut memposting gambar yang dia ambil bersama koala di Instagram karena akan ada banyak orang akan ingin melakukan hal yang sama dan itu akan mengganggu koala. Jadi dia tidak mempostingnya karena ingin koala-koala itu tidur nyenyak. Aku semakin mencintainya,” tambah penggemar lain.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini