Gak Sampai Setahun, Patung Bambu Setengah Miliar Kebanggaan Gubernur Anies Dibongkar

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Masih ingat patung bambu di Bundaran HI yang pembuatannya mengundang kontroversi tahun lalu? Ternyata instalasi seni senilai Rp 550 juta yang disebut ‘Bambu Getah Getih’ itu hanya bertahan kurang dari setahun.

Kalau Kamu melintas di kawasan tersebut sekarang dipastikan tidak akan menemui karya yang aneh tersebut jika dibandingkan kondisi landscape sekitarnya.

Ternyata Dinas Kehutanan DKI Jakarta sudah membongkar karya seni itu Rabu 17 Juli 2019 malam.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikabarkan akan menggantikan karya tersebut dengan taman yang serasi dengan kondisi lingkungan di situ.

Pada 16 Agustus 2018, saat meresmikannya Gubernur Anies Baswedan mengira karya seni tersebut akan menarik bagi para peserta Asian Games 2018 di Jakarta.

Namun saat itu masyarakat banyak yang menilai aneh ditempatkannya karya seni tersebut.

Kala itu banyak pengamat seni yang menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak paham seni karena menempatkan karya Joko Avianto tersebut di ruang yang tidak pas.

Sebab di jalan protokol tersebut sebelumnya sudah didominasi karya seni, terutama patung-patung yang berdiri gagah seperti patung Jenderal Sudirman, patung Selamat Datang yang selama ini ikonik dan monumental, maupun Garuda Wisnu Kencana karya pematung kondang Nyoman Nuarta.

Karya Joko Avianto dinilai tidak serasi dengan karya seni yang sudah ada sehingga merusak estetika ruang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini