Gak Mau Kecewakan Warga, Jokowi Minta Maaf Layani Selfie Sambil Pakai Kaus Kaki

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Usai membuka pameran di Kemayoran, Presiden Jokowi melaksanakan shalat Jum’at 12 Juli 2019 di Masjid At-Taufiq, Senen, Jakarta Pusat.

Seperti biasa Jokowi selalu menjadi pusat perhatian warga yang mengajaknya berswafoto sejak dia datang di masjid berwarna hijau muda pukul 11.56 WIB.

Di akun media sosialnya, Jokowi mengunggah momen dia diminta berswafoto pengunjung masjid padahal saat itu sedang memakai sepatu. Dia pun mengunggah emoticon minta maaf karena berselfie sambil mengenakan kaus kaki.

“Selepas Jumatan tadi di Masjid At-Taufiq, Senen, Jakarta Pusat. Bahkan saat tengah mengenakan sepatu pun saya diajak berswafoto. Mau ditolak enggak enak, jadinya ya begini 🙏,” kata Jokowi dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Deputi Protokol Deputi Protokol, Pers, dan Media, Bey Machmudin, usai menunaikan shalat Jum’at Presiden menyalami ratusan warga yang menanti di selasar dan area luar masjid.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini