Gak Main-Main, Diprediksi Ada Uang Rp 72 Triliun yang Berputar Selama Musim Libur Lebaran 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Idul Fitri atau lebaran tahun ini diprediksi akan berkontribusi pada perputaran uang senilai Rp 72 Triliun terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di Jakarta, Senin 2 Mei 2022.

“Idul Fitri 1443 Hijriah membawa berkah dan makna spesial. Semua kembali bergeliat, semua kembali hidup,” ujar Sandiaga

Sayangnya 60 persen perputaran uang tersebut berada di Jawa, sisanya yang 40 persen barulah di luar Jawa.

Selama libur Lebaran, masyarakat mengeluarkan uangnya paling banyak untuk membeli oleh-oleh atau buah tangan, produk kuliner, sampai menginap di hotel maupun desa wisata.

Menurut Sandiaga saat ini, pemerintah sedang mempromosikan 4.200 desa wisata yang tersebar di seluruh Indonesia.

Khusus momentum mudik, promosi digencarkan untuk desa wisata yang berlokasi di jalur selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini