Sekolah Garuda Terapkan Seleksi Berbasis Potensi, Akses Setara bagi Siswa Berprestasi

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul melalui transformasi sistem pendidikan nasional.

Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda yang kini mengedepankan pendekatan berbasis potensi dan prestasi, guna memastikan akses yang lebih adil dan inklusif bagi seluruh siswa di Indonesia.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Kamis (16/4) menggelar Tes Tahap II PPDB SMA Unggul Garuda Baru di 43 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pelaksanaan tes ini merupakan tahap lanjutan bagi peserta yang telah lolos seleksi awal, sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaring talenta terbaik bangsa tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.

Tes Tahap II meliputi Tes Potensi Akademik serta Tes Akademik yang mencakup mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Dari total 1.478 peserta yang dinyatakan lolos tahap I, sebanyak 1.334 peserta hadir mengikuti tes yang digelar serentak di tiga zona waktu Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pelaksanaan PPDB Sekolah Garuda merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam membangun SDM unggul sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Menurutnya, seleksi berbasis potensi menjadi kunci untuk menjaring generasi muda terbaik secara objektif dan berkeadilan.

“Sumber daya manusia unggul adalah kunci keberhasilan pembangunan bangsa. Peluncuran seleksi PPDB Sekolah Garuda ini merupakan fondasi awal untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan Indonesia,” ujar Menteri Brian.

Ia menjelaskan, Sekolah Garuda dirancang sebagai ekosistem pendidikan khusus dengan kurikulum bertaraf internasional, fasilitas pembelajaran modern, serta didukung tenaga pendidik terbaik.

Fokus utama sekolah ini adalah pengembangan talenta di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), sekaligus membentuk karakter, daya pikir kritis, dan wawasan global peserta didik.

Lebih lanjut, Menteri Brian menekankan bahwa seluruh siswa yang diterima akan mendapatkan pembiayaan penuh melalui beasiswa negara.

“Akses terhadap pendidikan unggul tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, tetapi oleh potensi, prestasi, dan kerja keras,” tegasnya.

Melalui seleksi berbasis potensi ini, pemerintah menegaskan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas.

Sekolah Garuda pun diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi unggul yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini