GAC Dikabarkan Bubar, Masing-masing Personel Bakal Bersolo Karier

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari grup musik kenamaan yang terdiri dari Gamaliel, Audrey dan Cantika (GAC). Setelah 10 tahun meramaikan dunia musik Tanah Air, GAC tengah ramai diisukan bubar.

Berawal dari poster foto personel GAC yang berisi kata-kata “The Goodbye Stage”. Ditambah lagi, Gamaliel dan Audrey sama-sama menambahkan caption, “Panggung ini akan menjadi sejarah untuk kami bertiga”.

Hal inilah yang kemudian membuat netizen heboh sekaligus penasaran hingga akhirnya muncul spekulasi jika grup musik ini bakal bubar.

Melihat kehebohan para fans, Audrey pun akhirnya memberikan klarifikasi. Lewat Live Instagram-nya, Audrey mengatakan jika GAC tidak bubar melainkan hanya akan vakum untuk sementara waktu.

“GAC ingin beristirahat setelah merilis tiga album selama 10 tahun terakhir. Alasannya ya biar kalian kangen, sejujurnya dari awal kalian sudah menyadari bahwa Gamaliel, Audrey, Cantika, kami tetap berdiri masing-masing,” kata Audrey.

Sementara, Gamaliel mengatakan, “Pokoknya intinya GAC akan vakum dari industri musik sebagai GAC, entah untuk berapa lama,” katanya.

Mereka pun menjelaskan jika acara Hodgepodge Superfest yang bakal digelar di Ecopark, Ancol pada 31 Agustus 2019 nanti akan menjadi panggung terakhir mereka bersama sebelum akhirnya vakum.

Selama vakum, ketiga personel GAC berencana fokus bersolo karier. Baik Gamaliel, Cantika, maupun Audrey rencananya akan merilis single masing-masing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Hasil Penertiban Kawasan Hutan Jadi Bukti Nyata Penegakan Hukum Pemerintah

Oleh: Alvin Sato )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuatpenegakan hukum dan penyelamatan aset negara melalui langkahkonkret penertiban kawasan hutan. Hal itu tercermin dari penyerahandana hasil penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun kepadanegara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Momentum penyerahan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa upayapenegakan hukum pemerintah kini semakin berorientasi pada hasil nyatayang dapat dirasakan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwaagenda penyerahan dana hasil penertiban kawasan hutan bukan sekadarseremoni. Kepala Negara memandang masyarakat saat ini menginginkanbukti konkret dari kerja pemerintah, terutama dalam upaya menjagakekayaan negara dan menindak berbagai pelanggaran di sektor sumberdaya alam. Presiden menilai transparansi dan akuntabilitas menjadibagian penting agar masyarakat dapat melihat langsung hasil daripenegakan hukum yang dilakukan negara.Menurut Presiden, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkantersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan aset negara tidak lagi bocor akibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan kawasanhutan. Ia juga menyinggung bahwa masyarakat sudah terlalu lama disuguhi berbagai pidato tanpa hasil nyata, sehingga pemerintah saat iniberupaya menghadirkan bukti langsung melalui pengembalian aset dan penyelamatan keuangan negara.Presiden Prabowo turut mengungkapkan adanya potensi tambahanpengembalian aset negara pada bulan berikutnya dengan nilai mencapaiRp11 triliun. Hal itu memperlihatkan bahwa upaya penertiban kawasanhutan tidak berhenti pada satu tahap, melainkan terus berlanjut sebagaibagian dari strategi nasional dalam memperbaiki tata kelola sumber dayaalam Indonesia.Selain penyerahan dana, pemerintah juga berhasil menguasai kembalikawasan hutan seluas lebih dari 2,3 juta hektare. Pengembalian lahantersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatannegara atas kawasan hutan yang selama bertahun-tahun mengalamiberbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penguasaan lahan ilegal hinggapenyalahgunaan izin usaha.Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dana Rp10,27 triliunyang dipamerkan dalam kegiatan Satgas Penertiban Kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini