G20 Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi yang Inklusif dan Rendah Karbon

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Presidensi G20 bisa dijadikan untuk mengubah suatu kebijakan untuk mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif dan rendah karbon.

“Kita membutuhkan lapangan kerja penuh untuk jutaan orang yang kehilangan pekerjaan selama krisis pandemi,” kata Lead Co-Chair T20 Indonesia Djisman Simandjuntak di Jakarta.

Namun demikian pemulihan ekonomi diharapkan dapat lebih inklusif atau menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan rendah karbon atau ramah lingkungan. Karena itu, kata dia, investasi juga perlu diarahkan kepada sektor yang inklusif dan rendah emisi karbon.

Djisman menambahkan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan banyak pembiayaan

Pemulihan ekonomi yang rendah karbon diharapkan dapat mendukung target emisi karbon nol pada 2050. Selain itu negara-negara G20 juga diminta segera melakukan transisi energi dengan meninggalkan sumber energi berbasis barang tambang.

“Jadi kita perlu kapasitas pembaruan ganda, mendorong inovasi energi, dan investasi besar akan dibutuhkan untuk penciptaan serta distribusi energi baru. Sekali lagi tidak ada yang akan bergerak kecuali ada pembiayaannya yang juga perlu dipikirkan,” katanya.

Selanjutnya pemerintah negara G20 juga direkomendasikan untuk mengubah kebijakan guna menjadikan konektivitas digital sebagai katalis, yang antara lain dilakukan melalui penyediaan akses universal kepada koneksi digital.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini