Forum CSR Indonesia Selenggarakan Padmamitra Award 2022, Premi Lasari Siap Berikan Dukungan Penuh

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Indonesia menggelar Padmamitra Award 2022 guna mendorong sinergi antara para pelaku usaha dan pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial.

Penghargaan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini berlandaskan Permensos Nomor 9 Tahun 2020 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU).

Melihat hal itu, Premi Lasari selaku Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Padmamitra Award 2022 yang mengususng tema ‘Creating Social Empowerment towards Sustainability’.

“Padmamitra Award di tahun 2002 ini yang dilakukan oleh ketua Forum CSR Indonesia, kami dari pemerintah sangat mendukung,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan amanat dan dilandasi oleh Permensos Nomor 9 Tahun 2020 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU).

“Dan memang ini juga amanat dari Permensos pasal 24 yang tadi saya sampaikan ya bahwa pemerintah, presiden, menteri, Gubernur, wakil walikota Bupati bisa memberikan penghargaan.

Premi Lasari juga menerangkan bahwa Padmamitra Award adalah bentuk apresiasi dari pemerintah kepada pihak ketiga yaitu perusahaan yang sudah berkontribusi untuk menjalankan program-program sosial.

“Nah ini adalah Salah satu bentuk apresiasi pemerintah kepada pihak ketiga yang telah berkontribusi membantu pemerintah dalam melaksanakan program-program,” ucapnya.

“Karena tadi sudah disampaikan pemerintah punya keterbatasan dari anggaran sumber daya, nah kita berkolaborasi dengan pihak ketiga yang membantu, salah satunya tadi program pengentasan kemiskinan ya dan banyak program lainnya,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini